RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT GIZI

RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT GIZI

Proses alamiah terjadinya penyakit : dimulai dari rasa pra patogenesis (sebelum sakit) yaitu jika terjadi ketidak seimbangan kondisi antara pejamu, agens dan lingkungan sehingga menimbulkan rangsangan penyakit (stimulus). Stimulus itu akan berinteraksi dengan manusia yang mengakibatkan terjadinya proses patogenesis dini. Lanjutan dari proses patogenesis dini adalah memasuki garis ambang klinis. Keadaan penyakit yang terjadi bisa bersifat ringan dan berat, yang berakhir dengan keadaan sembuh, atau cacat atau timbulnya penyakit kronis atau bisa berakhir dengan kematian.

Patogenesis Penyakit Gizi

Proses terjadi akibat dari faktor lingkungan dan faktor mnnusia (host) yang didukung oleh kekurangan asupan zat-zai gizi. Akibat kekurangan zat gizi, maka simpanan zat gizi pada tubuh digunakan untuk memenuhi kebutuhan. .Apabila keadaan ini berlangsung lama, maka simpanan zat gizi akan habis dan akhirnys lerjadi kemerosotan jaringan. Pada saat ini orang sudah dapat dikatakan malnutrisi, walaupun baru hanya ditandai dengan penurunan berat badan dan pertumbuhan terhambat.
Dengan meningkatnya defisiensi zat gizi, maka muncul pembahan biokimia dan rendahnya zat-zat gizi dalam darah, berupa: rendahnya tingkat hemoglobin, serum vitamin A dan karoten. Dapat pula terjadi meningkatnya beberapa hasil metabolisme seperti asam iaktat dan piruvat pada kekurangan tiamin.

Apabila keadaan itu berlangsung lama, maka akan terjadi perubahan fungsi tubuh seperti tanda-tanda syaraf yaiiu kelemahan, pusing, kelelahan, nafas pendek, dan lain-lain. Kebanyakan penderita malnutrisi sampai tahap ini.

Keadaan ini akan berkembang yang diikuti oleh tanda-tanda klasik dari kekurangan gizi seperti kebutaan dan fotofobia, nyeri lidah pada penderita kekurangan riboflavin, kaku pada kaki pada defisiensi thiamin. Keadaan ini akan segera diikuti luka pada anatomi seperti xeroftalmia dan keratomalasia pada kekurangan vitamin A, angular stomatitis pada kekurangan riboflafin, edema, dan luka kujh pada penderita kwashiorkor.

Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Masaiah Gizi

Masalah gizi utama di Indonesia masih didoninasi oleh raasalah Gizi Kurang Energi Protein (KEP), masalah Anemia Besi, masalah Gangguan Akibat Kekurangan lodium (GAKY) dan masalah kurang Vitamin A (KVA).

Disamping itu diduga ada masalah gizi mikro lainnya seperti defisiensi zink yang sampai saat ini belum terungkapkan karena adanya keterbatasan Iptek Gizi.

RINGKASAN

  1. Masalah gizi pada hakikat adalah masalah kesehatan masyarakat, dan penyebabnya dipengaruhi oleh berbagai faktor yang terkait satu dengan yang lainnya.
  2. Pada krisis moneter seperti saat ini, masalah gizi, khususnya gizi kurang mohcul karena masalah pokok yaitu kemiskinan, kurang pendidikan dan kurang ketrampil-an dari masyarakat. Akar permasalahannya adalah krisis moneter yang berkepan-jangan.
  3. Munculnya permasalahan gizi dapat dilihat dari ketidakseimbangan antara pejamu, agens dan lingkungan. Unsur pejamu meliputi: faktor genetis, umur, jenis kelamin, kelompok etnik, keadaan fisiologis, keadaan imunologis dan kebiasaan seseorang. Unsur sumber penyakit meliputi: faktor gizi, kimia dari luar, kimia dari dalam, faali/fisiologi, genetis, psikis, tenaga/kekuatan fisik dan biologis/ parasit. Unsur lingkungan meliputi tiga faktor yaitu lingkungan fisik, lingkungan biologis, dan lingkungan sosial, ekonomi, dan budaya.
  4. Secara umum, konsep timbulnya penyakit dapat dibagi dalam tiga model yaitu model segi tiga epidemiologi, model jaring-jaring sebab akibat dan model roda. Model segi tiga epidemiologi yaitu kualitas antara pejamu, sumber penyakit, dan lingkungan. Menurut model ini, perubahan salah satu faktor akan merubah ke-seimbangan antara ketiga unsur tersebut. Menurut model jaring-jaring sebab akibat, suatu penyakit tidak tergantung pada satu sebab yang berdiri sendiri, melainkan sebagai akibat dari serangkaian proses “sebab akibat”. Menurut model roda, suatu penyakit disebabkan oleh hubungan antara manusia dengan lingkungan hidupnya.
  5. Proses riwayat alamiah terjadinya penyakit yang diterapkan pada masalah gizi (gizi kurang) melalui berbagai tahap yaitu diawali dengan terjadinya mteraksi antara pejamu, sumber penyakit dan lingkungan. Ketidakseimbangan antara ketiga faktor ini, misalnya terjadinya ketidakcukupan zat gizi dalam tubuh maka, sim-panan zat gizi akan berkurang dan lama kelamaan simpanan menjadi habis. Apa-biia keadaan ini dibiarkan maka akan terjadi perubahan faali dan metabolis, dan akhirnya memasuki ambang klinis. Proses itu berlanjut sehingga menyebabkan orang sakit. Tingkat kesakitannya dimulai dari sakit ringan sampai sakit tingkat berat. Dari kondisi ini akhirnya ada empat kemungkinan yaitu mati, sakit kronis, cacat dan sembuh apabila ditanggulangi secara intensif.
  6. Patogenesis penyakit gizi kurang melalui 5 tahapan yaitu: pertama, ketidak¬cukupan zat gizi. Apabila ketidakcukupan zat gizi ini berlangsung lama maka per-sediaanJcadangan jaringan akan digunakan untuk memenuhi ketidakcukupan itu. Kedua, apabila ini berlangsung lama, maka akan terjadi kemerosotan jaringan, yang ditandai dengan penurunan berat badan. Ketiga, terjadi perubahan biokimia yang dapat dideteksi dengan pemeriksaan laboratorium. Keempat, terjadi perubah¬an fungsi yang ditandai dengan tanda yang khas. Kelima, terjadi perubahan anato-mi yang dapat dilihat dari raunculnya tanda yang klasik.

Sebelum membicarakan lebih mendalam tentang penilaian status gizi, ada baiknya terlebih dahulu memahami beberapa istilah yang berhubungan dengan status gizi.Kerancuan pengertian istilah tersebut akan mengakibalkan interpretasi yang berbeda tentang berbagai hal mengenai penilaian status gizi.

Berbagai macam istilah tersebut meliputi: gizi, keadaan gizi, status gizi, dan malnutrisi. Istilah-istilah ini secara prinsip mempunyai pengertian yang berbeda, tetapi saling terkait satu dengan lainnya.

Suatu penyakit timbul karena tidak seimbangnya berbagai faktor, baik dari sumber penyakit (agens), pejamu (host) dan lingkungan (environment). Hal itu disebut juga dengan istilah penyebab majemuk (multiple causation of diseases) sebagai lawan dari peiiyebab tunggal (single causation). Beberapa contoh mengenai agens, pejamu dan lingkungan akan diuraikan di bawah ini.

Sumber Penyakit (Agens)

Faktor sumber penyakit dapat dibagi menjadi delapan unsur, yaitu unsur gizi, kimia dari luar, kimia dari dalam, faktor faali/fisiologis, genetik, psikis, tenaga dan kekuatan fisik, dan biologi/parasit.

1. Gizi

Unsur gizi swing diakibatkan oleh defisiensi zat gizi dan beberapa toksin yang dihasilkan oleh beberapa bahan makanan, di samping akibat kelebihan zat gizi. Di bawah ini beberapa penyakit yang diakibatkan oleh kekurangan dan kelebihan zat gizi tertentu seperti terlihat pada Tabel 1.

2. Kimia dari Luar

Penyakit dapat muncul karena zat kimia dari luar seperti obat-obatan, bahan kimia yang terdapal dalam makanan, penambahan zat aditif dalam makanan yang berlebihan.

3. Kimia dari Dalam

Agens yang berasal dari kimia dari dalam yang dihubungkan dengan metabolisme dalam tubuh seperti sistem hormonal (hormon tiroksin), kelebihan lemak, dan sebagainya.

4. Faktor Faali

Faktor faali dalam kondisi tertentu, seperti pada saat kehamilan, eklampsia pada waktu melahirkan dengan tanda-tanda bengkak atau kejang.

TABEL 1. PENYAKIT YANG DIAKIBATKAN OLEH KEKURANG AN/KELEBIHAN ZAT GIZI

Jenis penyakit Gizi

Penyebab

Kurang Energi Protein (KEP)

Kekurangan energi dan protein

Anemia gizi

Kekurangan protein, vitamin C, asam folat, vitamin B12, zat best (Fe)

Angular stomatitis

Kekurangan riboflavin

Keratomalasia

Kekurangan vitamin A

Rakhitis

Kekurangan vitamin D

Skorbut/sariawan

Kekurangan vitamin C

Gondok

Kekurangan yodium.

Kanker hati

Toksin yang ada dalam makanan seperti aflatoksin pada kacang-kacangan. dll.

Beri-beri

Kekurangan vitamin B1

Penyakit jantung/hipertensi

Kelebihan lemak/kolesterol

5. Genetis

Beberapa penyakit yang disebabkan karena faktor genetis seperti diabetes mellitus (kencing manis), kepala besar terdapat pada orang mongolid, buta warna, hemofill, dan albino.

6. Faktor Psikis

Faktor psikis yang dapat menimbulkan penyakit adalah tekanan darah tinggi dan tukak lambung yang disebabkan oleh perasaan tegang (stres).

7. Tenaga dan Kekuatan Fisik
Sinar matahari, sinar radioaktif, dan lain-lain merupakan faktor tenaga dan kekuatan fisik yang dapat menimbulkan penyakit.

8. Faktor Biologis dan Parasit

Faktor biologis dan parasit (metazoa, bakteri, jamur) dapat menyebabkan penyak defisiensi gizi atau infeksi.

Pejamu (Host)
Faktor-faktor pejamu yang mempengaruhi kondisi manusia hingga menimbulkan penyakit, terdiri atas faktor genetis, umur, jenis kelamin, kelompok etnik, fisioiogi imunologik, kebiasaan seseorang (kebersihan, makanan, kontak perorangan, peke, jaan, rekreasi, pemanfaatan pelayanan kesehalan). Faktor pejamu yang cukup berpengaruh dalam timbulnya penyakit, khususnya di negara yang sedang berkembar adalah kebiasaan buruk, seperti membuang sampah dan kotoran tidak pada ten patnya, tabu, cara penyimpanan makanan yang kuiang baik, higiene rumah tangga (jendela atau ventilasi, pekarangan) yang kurang mendapat pernatian.

Lingkungan (Environment)

Faktor lingkungan dapat dibagi dalara tiga unsur utama, yaitu:

1. Lingkungan fisik, seperti cuaca atau iklim, tanah, dan air.

2. Lingkungan biologis

a. Kependudukan: kepadatan penduduk.

b. Tumbuh-tumbuhan: sumber makanan yang dapat mempengaruhi sumber pe¬nyakit.

c. Hewan: sumber makanan, juga dapat sebagai tempat munculnya sumber pe¬nyakit.

3. Lingkungan sosial ekonomi:

a. Pekerjaan: yang berhubungan dengan bahan-bahan kimia.

b. Urbanisasi: kepadatan penduduk, adanya ketegangan dan tekanan sosial.

c. Perkembangan ekonomi: usaha koperasi di bidang kesehatan dan pendidikan. Golongan ekonomi yang rendah lebih banyak menderita gizi kurang dibanding dengan golongan ekonomi menengah ke atas. Sebaliknya, pada golongan yang terakhir insidensi penyakit kardiovaskuler cenderung meningkal.

Bencana alam; peperangan, banjir, gunung meletus, dan sebaga

~ oleh persagisumsel pada Februari 23, 2009.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: